Buku baru! Biografi Dokter Agoesdjam, Tokoh yang Terlupakan dalam Sejarah Perjuangan Nasional Indonesia
Cetakan I: Juli 2026
Ukuran: 14x20cm
Isi: 98 Halaman
ISBN: dalam proses
Sinopsis:
Di balik papan nama RSUD dr. Agoesdjam di Ketapang, tersimpan kisah kepahlawanan yang nyaris terkikis zaman. Buku ini mengungkap tabir kehidupan dr. Raden Agoesdjam, seorang putra bangsawan keturunan Mangkunegara I (Pangeran Samber Nyawa) yang memilih jalan pengabdian sebagai dokter rakyat di tanah Kalimantan.
Lulus dari STOVIA pada tahun 1913, dr. Agoesdjam adalah rekan seangkatan tokoh-tokoh besar pergerakan nasional seperti dr. Sutomo (pendiri Boedi Oetomo). Namun, berbeda dengan rekan-rekannya yang tampil di panggung politik Jawa, dr. Agoesdjam mengabdikan diri di pelosok Borneo. Ia menyusuri Sungai Kapuas dengan kapal uap, menembus pedalaman untuk menyembuhkan masyarakat tanpa memandang status sosial, hingga dikenal sebagai sosok yang murah hati.
Perjalanan hidupnya mencapai puncak tragis saat pendudukan Jepang. Sebagai bagian dari kaum terpelajar yang dianggap ancaman oleh penjajah, ia menjadi salah satu korban dalam Tragedi Mandor Berdarah—sebuah peristiwa genosida intelektual di Kalimantan Barat yang melenyapkan generasi emas pada masa itu.
Melalui buku ini, Anda akan menemukan:
Jejak Genealogis: Silsilah kuat yang menghubungkan bangsawan Jawa dengan sejarah perjuangan di Kalimantan.
Persahabatan Nasional: Kedekatan dr. Agoesdjam dengan para pendiri Boedi Oetomo dan pahlawan nasional lainnya.
Kisah Keluarga: Peran beliau sebagai ayah dan guru kehidupan, termasuk kaitan eratnya dengan tokoh medis besar seperti dr. Suharso dan dr. Sudarso.
Dokumentasi Langka: Foto-foto sejarah, kuitansi praktik medis tahun 1943, hingga arsip koran Borneo Simboen yang menjadi saksi bisu pengabdian terakhirnya.
Buku ini bukan sekadar catatan biografi, melainkan upaya mengembalikan ingatan kolektif bangsa terhadap tokoh lokal yang terlupakan. Sebuah penghormatan bagi ia yang tidak hanya menyembuhkan luka tubuh, tetapi juga berkorban nyawa demi martabat bangsanya.

